Kurikulum SMAN 1 Malang

Share this article on:

A. Sistem Kredit Semester

Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan  yang  peserta  didiknya  menentukan  sendiri  beban  belajar dan  mata  pelajaran  yang  diikuti  setiap  semester  pada  satuan pendidikan. Beban  belajar  setiap  mata  pelajaran  pada  SKS  dinyatakan  dalam jam pelajaran. Beban belajar dalam satu jam pelajaran  meliputi pembelajaran  tatap  muka,   penugasan  terstruktur,  dan  kegiatan mandiri.

Penerapan  SKS  dalam  pengelolaan  pembelajaran  pada  jenjang  pendidikan  dasar  dan menengah  di  Indonesia    merupakan  suatu  upaya  inovatif  untuk   menambah kekayaan  pengelolaan  pembelajaran. Selama  ini  sistem pengelolaan pendidikan hanya  menggunakan  satu cara,  yaitu  Sistem  Paket.  Melalui  penerapan  SKS dimungkinkan  peserta  didik  dapat menyelesaikan program pendidikan lebih cepat sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.

Penyelenggaraan  SKS  pada  jenjang pendidikan menengah di Indonesia merupakan   upaya inovatif untuk  meningkatkan  mutu  pendidikan.  Penerapan  SKS  merupakan perwujudan dari amanat Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003  tentang  Sistem  Pendidikan  Nasional. Pasal  tersebut  mengamanatkan bahwa  “Setiap  peserta  didik  pada  setiap  satuan  pendidikan  berhak,  antara lain:  (b)  mendapatkan  pelayanan  pendidikan  sesuai  dengan  bakat,  minat, dan  kemampuannya;  dan  (f)  menyelesaikan  program  pendidikan  sesuai dengan  kecepatan  belajar  masing-masing  dan  tidak  menyimpang  dari ketentuan  batas  waktu  yang  ditetapkan”.

B.      Prinsip Penyelenggaraan

Penyelenggaraan SKS di SMA Negeri 1 Malang mengacu pada prinsip sebagai berikut:

  1. Prinsip fleksibel merupakan penyelenggaran SKS dengan fleksibilitas mata pelajaran dan waktu penyesuaian masa belajar yang memungkinkan peserta didik menentukan dan mengatur strategi belajar secara mandiri. 
  2.  Prinsip Keunggulan merupakan penyelengaraan SKS yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan mencapai tingkat kemampuan optimal sesuai bakat, minat, dan kemampuan atau kecepatan belajar.
  3. Prinsip maju berkelanjutan merupakan penyelenggaraan SKS yang memungkinkan peserta didik dapat langsung mengikuti muatan mata pelajaran atau program lebih lanjut tanpa terkendala oleh peserta didik yang lain.
  4. Prinsip Keadilan merupakan penyelenggaraan SKS yang memungkinkan peserta didik mendapatkan kesempatan memperoleh perlakuan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki dan prestasi belajar yang dicapainya secara perseorangan.

C.      Beban Belajar dan Struktur Kurikulum

Beban belajar merupakan ukuran yang menunjukkan kuantitas yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mengikuti tugas-tugas pembelajaran dalam bentuk kegiatan tatap muka, kegiatan penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri dalam rangka mencapai kompetensi yang dituntut oleh mata pelajaran. Beban belajar menuntut konsekuensi peserta didik meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukan kegiatan yang telah didesain dalam silabus mata pelajaran yang waktunya telah ditentukan. Beban belajar mata pelajaran dengan sitem kredit menuntut lebih banyak perjuangan peserta didik dalam melakukan tugas pembelajaran. Beban belajar mata pelajaran dihitung untuk kegiatan tiap semester dan dinyatakan dalam jumlah beban belajar yang ditetapkan. Beban belajar yang harus ditempuh oleh peserta didik di SMA Negeri 1 Malang yaitu  minimal  272 jam   yang  dapat  ditempuh  paling  cepat  2 tahun (4 semester) dan paling lama 4 tahun (8 semester).

Komposisi  beban  belajar  untuk  peserta  didik  SMA Negeri 1 Malang  terdiri atas  kelompok  A  (Umum),  Kelompok B  (Umum),  dan  salah  satu  dari kelompok  C  (peminatan,  lintas  minat  dan/atau pendalaman minat).